Foto Macro

Tips dan Trik Foto Macro Sederhana

Foto Macro (Macro Photography) sangat indah dipandang mata. Melihat sesuatu yang jarang kita perhatikan dengan seksama yang ternyata menyembunyikan keindahan bahkan keanehan yang terlewatkan.

Mohon maaf apabila ada kekurangan bahkan kesalahan dalam artikel yang saya buat, karena saya termasuk baru dalam dunia Fotografi. Saya menggunakan kamera Canon 500D + Lensa Kit Standar 18 – 55mm. Dalam tips kali ini saya menjelesakan sedikit pengalaman saya tentang foto macro dengan hanya menggunakan Kamera satandar dan lensa kit saja. Untuk mendapatkan foto macro saya menggunakan aksesoris yaitu reverse ring dan manual extension tube. Harga reverse ring dan manual extension tube sangat murah sekitar 100 ribuan dipasaran, sangat murah dibandingkan kita harus membeli lensa macro yang harganya jutaan rupiah. Saya menyarankan penggunaan diffuser untuk hasil yang maksimal. Hal ini sangat berguna untuk mendapatkan cahaya dan gambar yang lebih tajam. Diffuser dapat dibuat sendiri menggunakan Dus Odol, Karton atau Map. Saya menggunakan Map Plastik dengan pertimbangan Map Plastik lebih awet dan tahan air.

Berikut saya akan share bagaimana tekhnik saya menggunakan reverse ring dan manual extension tube.

Persiapan :

  1. Kamera DSLR
  2. Reverse Ring
  3. Extension Tube
  4. Diffuser DIY
  5. Object (Serangga atau yg lainnya)

1

©2014 Tips dan Trik Foto Macro Sederhana / Novi Irawan Wonombong

A. Reverse Ring

Tekhnik menggunakan reverse ring yaitu tekhnik membalikan lensa.

Persiapan :

  1. Body Kamera (saya menggunakan Canon 500D)
  2. Lens Kit 18–55mm
  3. Diffuser DIY
  4. Reverse Ring

Pertama siapkan kamera dan reverse ring terlebih dahulu. Usahakan semua dalam kondisi maksimal. Kamera dan lensa dibersihkan terlebih dahulu, memori yang cukup dan juga beterai kemudian siapkan reverse ring.

Cara penggabungan yaitu, kita tempelkan reverse ring didepan lensa kemudian tempelkan ke body kamera, setelah terpasang kita nyalakan kamera dan pasang Diffuser Pop Up DIY.

Untuk settingan kamera saya paling sering menggunakan ISO 100-200, Shutter Speed 1/80 – 1/200, untuk bukaan aperture kita harus mensetting terlebih dahulu sebelum membalikan lensa, lensa dapat disetting pada f/11, saya paling sering pakai bukaan f/5.6 namun hal ini di sesuaikan dengan kondisi cahaya di lapangan, karena pada saat lensa terbalik, daya kelistrikan semua mati dan hanya mode manual.

2

©2014 Tips dan Trik Foto Macro Sederhana / Novi Irawan Wonombong


Cara penggunaan cukup mudah kita tinggal cari titik fokus apa yang akan kita foto. Hasilnya dapat kita lihat sendiri 😀

Kekurangan Lensa Kit, agak sulit digunakan dan DOF sangat sempit, optik bagian dalam mudah kotor atau lensa mudah masuk debu, tetesan air (jika berembun atau habis hujan), bahkan serangga kecil bisa melompat masuk ke dalam celah lensa.

3

©2014 Tips dan Trik Foto Macro Sederhana / Novi Irawan Wonombong

B. Extension Tube

Tekhnik ini yaitu dengan cara memberikan jarak antara body kamera dengan lensa yang kita pakai untuk memangkas jarak terhadap objek. Extension tube terbagi 3 bagian, yaitu step 1, step 2, dan step 3 yang masing – masing punya fungsi berbeda. Semakin besar jumlah extension tube yang kita pakai semakin besar jarak lensa dengan body kamera dan semakin dekat pula jarak yang kita dapatkan terhadap objek.

Persiapan :

  1. Body Kamera (saya menggunakan Canon 500D)
  2. Lens Kit 18–55mm
  3. Diffuser DIY
  4. Extension Tube Manual For Canon

Pertama siapkan kamera, lensa, dan extension tube, cara pemasangan cukup mudah. Kita hanya menambahkan extension tube di antara body kamera dengan lensa yang kita pakai.

Untuk settingan kamera saya paling sering menggunakan ISO 100-200, Shutter Speed 1/80 – 1/200, untuk bukaan aperture kita harus mensetting terlbih dahulu sebelum memasang manual extension tube , settingan bisa di f/11,saya paling sering pakai bukaan f/5,6 namun semua hal ini dapat di sesuaikan dengan cahaya di lapangan. Karena extension tube yang dipakai merupakan mode manual sehingga kelistrikan semua mati dan hanya mode manual. Adapaun extension tube yang auto semua kelistrikan bisa berfungsi dengan baik dengan harga kisaran 1jutaan.

4

©2014 Tips dan Trik Foto Macro Sederhana / Novi Irawan Wonombong


Extube Step 1

5

©2014 Tips dan Trik Foto Macro Sederhana / Novi Irawan Wonombong


Extube Step 2

6

©2014 Tips dan Trik Foto Macro Sederhana / Novi Irawan Wonombong


Extube Step 3

Kelebihan Extension Tube adalah sangat mudah digunakan karena posisi lensa normal. Sehingga tangan kita dapat dengan mudah menggunakannya.

Kekurangan Extension Tube adalah cahaya yang masuk sangat sedikit karena adanya jarak antara lensa dengan body kamera, butuh cahaya yang cukup untuk mendapatkan hasil maksimal. Hal ini yang membuat saya selalu memakai flash dan diffuser DIY untuk mendapatkan foto yang bagus.

7

©2014 Tips dan Trik Foto Macro Sederhana / Novi Irawan Wonombong

C. Tekhnik Menggabungkan Extension Tube dan Reverse Ring

Tekhnik ini dilakukan dengan cara menggabungkan manual extension tube dengan reverse ring. Ini dilakukan untuk mendapatkan jarak yang lebih dekat apalagi untuk foto close up serangga.

8

©2014 Tips dan Trik Foto Macro Sederhana / Novi Irawan Wonombong

  1. Tips dan Trik Mendapatkan Photo yang Bagus

Tips dan Trik ini menurut pengalaman saya sendiri. Yang saya alami dan saya lakukan selama ini :

    1. Usahakan Kamera, Lensa dan aksesoris lainnya dalam kondisi optimal sehingga dapat memudahkan kita memakainya.
    2. Untuk foto serangga waktu yang paling bagus adalah pagi hari pukul 06.00 s/d 09.00 dan sore hari pukul 16.00 s/d 18.00. Waktu tersebut merupakan waktu dimana serangga tidak terlalu agresif. Pagi hari karena cuaca yang masih dingin dan masih menyesuaikan dengan keadaan sedangkan sore hari serangga telah selesai makan dan bersiap untuk tidur, pada saat inilah kita dapat mendapatkan foto yang maksimal.
    3. Hati – hati ketika mendekati serangga, jangan melakukan gerakan mendadak atau membuat serangga merasa terancam.
    4. Usahakan kondisi fisik tubuh kita dalam kondisi Optimal, karena dibutuhkan konsentrasi yang tinggi untuk mendapatkan foto yang bagus, apalagi kita hanya menggunakan mode manual. Makan yang cukup dan selalu bawa air minum, kondisi emosi harus stabil. Karena semua hal itu berkaitan dengan objek yang kita foto, jika lapar, haus atau emosi labil pasti tangan akan gemetar sehingga menghasilkan foto menjadi goyang dan tidak mendapatkan hasil yang maksimal
    5. Survey lokasi terlebih dahulu. Hal ini membuat kita lebih tahu kondisi dan mempelajari lingkungan yang kita foto, apalagi tempat yang masih natural banyak pohon atau dekat sungai kita harus perhatikan serangga dan hewan yang berbahaya yang bisa membahayakan kita (misal ; Ular, Kalajengking, Sarang Semut, dll)
    6. Memotretlah sebanyak – banyaknya. “Bisa karena biasa”
    7. Jangan dibatasi kemampuan karena kamera sederhana. Gunakan kreatifitas untuk membuat alat atau hal baru yang dapat menghasilkan foto yang bagus. Tidak perlu mahal untuk mendapatkan hasil yang bagus (kecuali hal yang spesifik).

9

©2014 Tips dan Trik Foto Macro Sederhana / Novi Irawan Wonombong

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Share this
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *