Home / ARTIKEL / Balada Pak Coke, Penjaga WC Rusak di Pasar Lasoani
"Sosoknya mencuri perhatian, Klimis, stylist dan trendy". Di tengah geliat pasar Lasoani tanpa sengaja berkenalan dengannya.

Balada Pak Coke, Penjaga WC Rusak di Pasar Lasoani

“Don’t judge book by its cover” ternyata idiom itu masih relevan di era millennial ini. Meski usianya sudah menginjak 77 tahun, tapi penampilannya tampak cukup terawat, rambut tersisir rapi, kemeja parlente dengan aksesoris ala pemuda masa kini. Pria ini bernama Pak Coke, mengaku lahir dan besar di Kelurahan Lasoani, bagian Timur Kota Palu, Sulawesi Tengah. Sejak empat tahun terakhir ini, saban hari pasar ia terlihat di Pasar Lasoani. Apa yang dilakukan di pasar itu…? Hajar Wisnu Dwiputra aka blackboy menceritakannya dalam rangkaian foto berikut ini ;

“Dulu bertani dan berkebun, sekarang fisik tidak mampu lagi nak,” ujar Pak Coke memulai percakapan. Ia tak sungkan-sungkan mengungkap latar belakang kehidupannya hingga banting setir menjadi penjaga WC Umum di pasar tersebut.

Pak Coke menghisap dalam-dalam rokok filternya lalu menghembuskannya. “Anak saya banyak, cucu juga banyak, lupa berapa..,” imbuhnya sembari tersenyum. Ketidakmampuan fisik ditambah tidak ingin menjadi  beban keluarga menjadi alasan paling masuk akal baginya untuk memulai pekerjaan itu sejak empat tahun lalu.

Pak Coke tak pernah mengkhawatirkan bakal terjadi fluktuasi tajam pada pendapatannya, rezeki tidak pernah tertukar. Ia meyakini punya pangsa pasar khusus di pasar itu. “Pengunjung pasar mayoritas di sini adalah mereka yang belum menunaikan hajatnya di rumah, buru-buru ke pasar biar tidak panas, atau yang kebanyakan sarapan di lokasi pasar,” urainya setengah bercanda.

Dari pekerjaan itu, sehari Pak Coke bisa mengantongi pendapatan hingga enam puluh lima ribu rupiah. Nilai sebesar itu menurutnya sudah cukup, terutama untuk memenuhi kebutuhan harian yang tidak dapat dibendungnya.

Pak Coke menyadari, merokok adalah kebiasaan yang buruk. Namun hingga di usianya yang sudah senja itu, kebiasaan itu belum mampu juga ditinggalkannya. Kebiasaan ini harus dibayarnya sendiri. “Masa beli rokok harus minta sama anak,” ujarnya sambil menyeruput kopi yang selalu berada di dekatnya.

Empat tahun menjalani pekerjaan itu, Pak Coke memiliki banyak cerita unik dan juga menggelikan. Dengan gaya khasnya pak Coke menggambarkan bagaimana ekpresi wajah konsumennya yang sedang menunggu antrean masuk WC sambil menahan hajatnya. “Kalau sudah keluar WC baru enak kelihatan mukanya,” ujarnya sambil terkekeh.

“Klosetnya rusak Pak? Hanya bisa buang air kecil di lantai,” tiba-tiba salah seorang pengguna WC Umum itu komplain. Pak Coke pun melongok ke dalam WC dan dengan sikap bersahaja memberikan penjelasan kepada pengguna itu bahwa dari dua bilik WC, hanya satu yang bisa digunakan, itu pun sering tersumbat. WC yang dijaganya itu juga tidak direkomendasikan untuk buang air besar, kecuali air kecil.

Sebenarnya, rusaknya fasilitas umum yang cukup vital ini sudah dilaporkan pak Coke kepada pihak terkait, dalam hal ini pengelola pasar. Namun hingga kini belum mendapat respon., “Mungkin belum ada anggarannya,” duga Pak Coke. Pak Coke maklum, mengalokasikan anggaran untuk hal-hal yang tidak menjadi prioritas tidak semudah menjentikkan jari.

Waktu menujukkan pukul 11.00 Wita, pasar akan segera berakhir. Pak Coke mulai menata kembali perlengkapan berjaganya untuk kemudian pulang ke rumahnya. Bersamaan dengan itu, pengunjung pasar pun sepi.

Foto dan Naskah :  Hajar Wisnu Dwiputra

IG: (@inudwiputra)

Editor : Basri Marzuki

  • Aperture: ƒ/2.8
  • Camera: NIKON D300S
  • Taken: 5 Oktober, 2019
  • Focal length: 200mm
  • ISO: 1000
  • Shutter speed: 1/1000s

Share with:


About Hajar Wisnu Dwiputra

Check Also

Featured Video Play Icon

Liputan Event Lomba Foto Pariwisata Festival Teluk Tomini 2019

Share with:5

Tinggalkan Balasan

No apps configured. Please contact your administrator.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyrighted Image